Skip to main content

Posts

Aku dan Liverpool

Alhamdulillah..setelah sekian lama akhirnya ngeblog lagi ^^ Alhamdulillah lagi saya punya kabar gembira (for myself terutama) Haha. Jadi, ceritanya, beberapa waktu yg lalu saya mengirimkan sebuah tulisan bertemakan "Aku dan Liverpool" yang isinya menggambarkan rasa cinta suporter dan klub bola favoritnya. Malam itu saya membuka facebook dan teman saya menulis di wall katanya saya masuk rubrik di situs resmi LFC berbahasa indonesia. Saya kaget, lalu saya cek ke TKP dan ternyata benar. Langsung dingin semua ni tangan. Nggak nyangka banget bakal naik tayang. Setelah itu saya beralih membuka twitter dan................ mentions mendadak ramai. Ramai banget malah. Beberapa menit yang lalu akun twitter LFC indonesia ngetweet link tersebut. Nah berikut screencap di official page LFC indonesianya:  Dan ini tulisan saya: Aku dan Liverpool Sepakbola. Dulu tidak pernah terlintas di benak saya kalau hal semacam sepakbola mampu memberikan dampak besar dalam hidup ...

University of Liverpool {submitted for British Embassy's Quiz}

Halo..halo... Berikut tulisan singkat saya mengenai University of Liverpool. Pendek sih..cuma beberapa kalimat saja. Toh tujuannya memang untuk ikut kuis dan yeayyyyy menang!! Merchandise yang saya dapat dari British Embassy dan British Council tentu saja sangat menarik hati. I love UK!! Eitssss. Jangan salah..saya tetap cinta tanah air Indonesia dong. Makanya kadang saya jengkel banget tiap ada yang mengait-ngaitkan kecintaan seseorang terhadap suatu negara tertentu dengan rasa nasionalisme yang dikandung dalam darahnya. To some people mungkin bisa saja rasa kagum tersebut mengalahkan rasa nasionalismenya, but to some others, tidak. Dan begitu pula saya, saya kuliah Sastra Inggris tujuannya bukan untuk berpindah kewarganegaraan ataupun sok2an bertingkah ala barat. Terkadang, orang-orang perlu berpikir lebih global dan terbuka sehingga bisa menilai segalanya dari kacamata objektivitas. Yang saya pelajari adalah budaya, lalu bagaimana bisa nasionalisme saya kemudian dipertanyakan hanya...

"War of The Arrows"... what makes you a hero and what makes you a traitor?

  Sudah jadi kebiasaan setelah menonton sebuah film dan film tersebut menarik perhatian saya, dan apabila saya menyukainya, maka akan berakhir pada sebuah tulisan. Wkwkwk. Kali ini film yg beruntung (?) adalah War of The Arrows, atau judul internasionalnya Arrow, The Ultimate Weapon. Bermula dari female crush saya pada Moon Chae Won, melabuhkan saya pada film panah memanah ini. Settingnya sendiri berada pada jaman invasi bangsa Manchuria ke Korea tahun 1636 silam. Perlu diceritain detailnya? Nggak usah ya? Jujur saya nggak ngerti soal itu. Toh ini bukan tugas kuliah yg mengharuskan saya meneliti background kejadian yg membalut sebuah film. Ini hanya sebuah tulisan acak-acakan kayak biasanya. LOL. Udah pada tahu kan saya suka Moon Chae Won sejak The Princess Man, dan film ini juga rilis di tahun yg sama, sehingga dalam setahun itu Che Won eonni berkutat sama drama dan film yg berbau Joseon.  Bahas apanya dulu ya? Ah..selalu begini deh..problem umum ketik...