Skip to main content

Posts

Our First Family Trip in 2019 - Pangandaran Part 3

Heluuuwww.... Entah berapa kali aku harus bilang "baru sekarang bisa update" karena lanjutan postingan blogku telat melulu. Haha. Kali ini aku akan membahas lanjutan kisah liburanku bareng keluarga di Pangandaran tahun lalu. Lumayan kan itung-itung buat obat kangen gak bisa jalan-jalan karena Covid ^^ Jadi, malam setelah body rafting itu dan setelah makan malam, sekeluarga pada tepar. Aku malem itu masih menggalau karena hape masih koma hiiiikkkks. Namun pada akhirnya aku terlelap juga dengan kaki pegal-pegal dan ditemani fakta bahwa aku belum packing sama sekali. LOL. Keeseokan harinya, time to check out. Aku normal aja, sama kayak orang kebanyakan, kalau mau pulang dan checkout dari hotel tu rasanya berat banget, dibumbui aroma-aroma kesel juga haha. Cuma ya apa mau dikata, emang udah waktunya cabut juga. We had to go home, right? Setelah check out dengan berat hati, kami mampir (again) buat beli oleh-oleh. Habis itu cusss ke Stasiun Banjar again buat naik kereta balik....

Awal Kisahku dan The Untamed (Part 1)

Berawal dari gak sengaja lihat postingan blogku zaman dahulu kala tentang drama Prince of Lanling (Silakan kalo mau baca klik di sini ), rasanya hati ini tergerak membuat satu tulisan sejenis. Apalagi, belakangan aku lagi suka banget sama drama The Untamed. Kisahku dan The Untamed dimulai sekitar beberapa bulan lalu. I was roaming around YouTube and found a nice music video. Itu OST-nya The Untamed yang judulnya Wu Ji/Wang Xian (aduh ini judulnya romantis, you will figure out why later hahaha). Asli bagus banget, lalu aku baca-baca comment box kok isinya, kurang lebih pada gagal move on gitu abis nonton tu drama. Ya sindrom gagal move on sebenarnya normal tiap abis nyelesain drama atau film, tapi waktu itu aku bacanya tu kayak mereka-mereka ini sindromnya udah level akut banget. Sampe berasa gak ada obatnya gitu. Jadilah kan aku kepo. Pas itu sih The Untamed masih tersedia di YouTube sampe belasan episode free, ada di akun WeTV. Aku pun memulai perjuangan panjangku menjamah Chi...

Our First Family Trip in 2019 - Pangandaran Part 2

Hola hola…. I'm back again people... Melanjutkan kisah liburanku yang sudah kedaluwarsa ini. Hahaha. Oke, lanjut aja ya, ini Pangandaran part 2 yang mana sambungannya pas aku sampe Green Canyon. Jadi, perlu flashback gak? Oke sip gak perlu. Kalian yang belum baca ya baca dulu ya di sini . Itung-itung menggalakkan gemar membaca, itung-itung ngebantuin Mbak Najwa Shihab lah ya sebagai Duta Baca. So, begini sodara-sodaraku sebangsa dan se-Tanah Air, aku dan my family cabut ke Green Canyon setelah breakfast di hotel dan nyamperin kapal yang ditenggelamkan Bu Susi Pudjiastuti. Perjalanan ke Green Canyon dari Horison Palma aku lupa berapa jam wkwkwkwk, tapi gak terlalu jauh kok, malah nggak nyampe satu jam kalau gak salah. Sampai di TKP, niat awal cuma mau naik kapal aja, tapi tergoda untuk body rafting. Iyalah. Seriously, udah sampe jauh-jauh masa cuma naik kapal? Emangnya piknik anak SD? Singkat kata, kami sekeluarga akhirnya memutuskan body rafting, itu pun setelah berusaha ker...

Our First Family Trip in 2019 - Pangandaran Part 1

Finally kembali nulis lagi.. Lebih tepatnya karena lagi gabut malem-malem wkwkwkwk. Mau nulis sesuatu tapi gak tau apaan trus inget kalo aku udah lama gak nulis soal kisah liburan. Berhubung cerita liburanku ke Pangandaran masih mengendap di draf lanjutin aja. XD Day 1 (Jumat, 4 Januari 2019) Kekalahan Liverpool alias LFC jadi pengantarku berangkat ke Pangandaran. Lah? Ya soalnya aku dan keluargaku naik kereta pukul 7 pagi, sebelumnya bigmatch LFC lawan si Manchester City.  Singkat kata, waktu itu aku nonton match nyambi mandi dan siap-siap gitu. Kecewa banget gak dapet 3 poin tapi ya mau gimana lagi, takdirnya udah begitu. Jadilah aku berangkat ke stasiun sambil agak gelo. Yasudahlah, wong mau liburan kok cemberut. Just forget it, begitu kataku ke diri sendiri. Kami sekeluarga nyari sarapan dulu sekitar pukul setengah 6 pagi. Sampai stasiun sekitar setengah tujuh. Naiknya KA Lodaya, kelas Ekonomi Premium. Jadi, di KA Lodaya yang baru, adanya memang cuma kelas Ekonom...

Pengalaman Pertama ke Dokter Gigi, di Usia 29 Tahun XD

Silakan geli atau tertawa setelah membaca judul di atas tadi. Yap, you read it right, di usia 29 tahun. Hahaha. Ketika banyak manusia di muka bumi ini yang sudah pernah merasakan ke dokter gigi saat kecil, aku termasuk dalam salah satu spesies yang baru mengalaminya mejelang kepala 3. Jadi ceritanya, aku itu dulu pernah kecelakaan maut (bukan bermaksud lebay but it's true). Waktu itu, aku bisa denger suara orang dan goyangan mobil (maybe ambulans), tapi yang aku lihat cuma warna item di sekitarku. Mungkin lagi di antara dua dunia? Abis itu ilang sadar dan bangun di UGD, sedikit amnesia sesaat sampai gak inget aku pake baju apa dan habis dari mana waktu itu. Yang kuingat cuma Mom and Dad dan tes SPMB haha. Yang udah kenal aku lama, ya sejak SMP atau SMA, pasti tahu kejadian ini. Singkatnya, aku waktu itu dapat luka parah yang sebagian besar di sebelah kiri tubuh, termasuk wajah dan bibir. Separuh wajahku konon kata orang sempet kayak zombie wakakak, nah bibir harus dijahit ...

I'm Back, People!!!

Setelah berkutat cukup lama dengan password dan alamat email yang bermasalah, akhirnya saya kembali blogging lagi. Keinginan untuk menulis bebas di blog akhirnya sekarang bisa dilanjut. Entah apa yang akan saya tulis setelah ini, mengingat sudah lama sekali blog ini kosong, ibarat beli bakso, kosongan. Ya paling tidak saya dengan senang hati dan penuh kebahagiaan mengkonfirmasi kalau blog ini masih hiduop. Huahahaha. I'll catch you all later ya guys! Regards, Poethree Bouvier

Hello, 2016!

First post di tahun 2016! Nothing special sih, hanya pergantian tahun saja. Tak ada yang sepesial juga kok dari diriku ini. Malam tahun baru jam 10 aja udah tidur. Toh bangun pagi keesokan paginya juga pemandangan yang kudapat sama saja. Dan syukurlah matahari masih terbit dari timur, bukan dari barat. Orang bilang resolusi yah? Pada dasarnya resolusi terkadang akan berakhir pada ucapan saja. Manusia memang perlu berusaha tetapi tetap Tuhan yang menentukan. Manusia boleh bermimpi tapi kalau takdir berkata lain ya mau apa. Ya semoga kita semua dapat mewujudkan resolusi masing-masing ya. Mari berusaha sebaik mungkin agar Tuhan berkenan hati untuk mewujudkan impian kita semua. Resolusiku sederhana aja sih. Marriage? Hmm. Not yet. Bukan berarti aku belum mikirin nikah ya. Gila umur segini bullshit bgt kl ga mikirin nikah. Lol. Ya kalau emang dikasih jodoh thn ini ya syukur. Amin. Aku sempat berkaca-kaca sendiri ngebayangin seseorang itu, entah siapa, melangkahkan kakinya ke makam alm pap...